Rabu, 23 November 2011

Tampil untuk Menata Jakarta


Suasana nampak hening saat acara kembali dimulai. Hadirin yang terdiri dari para wartawan dan jajaran pengurus DPD Partai Demokrat DKI itu baru saja selesai melaksanakan shalat Maghrib setelah sebelumnya menyantap hidangan buka puasa. Berselang beberapa menit, perhatian pun tertuju pada satu sosok, mayjen (purn) H Nachrowi Ramli yang bersiap memulai sambutannya. 


“Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarokatuh.  Baiklah pertama-tama kita sampaikan syukur Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu dan bersilaturahmi,” Ketua Dewan Pimpinan (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta itu memulai sambutannya. 


Selanjtutnya, pria yang akrab dipanggil Bang Nara itu menyapa dan menyampaikan banyak terimakasih pada hadirin yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi, berkenalan satu sama lain, dan menjalin komunikasi mencapai kesepahaman guna melakukan penataan di semua lini kehidupan ke arah yang lebih baik lagi. 


“Saya dan seluruh jajaran DPD Partai Demokrat mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan teman-teman memenuhi undangan kami. Maksud diselenggarakannya acara ini tidak lain adalah meningkatkan silaturahmi. Bulan puasa ini penuh dengan ibadah, yang salah satunya adalah meningkatkan silaturahmi. Saya berbahagia bisa berkenalan dengan teman sekalian. Bagi saya ini penting, karena dengan komunikasi kita bisa mengerti apa yang kita maksudkan dan apa yang dituju oleh masing-masing kita,” tuturnya. 


Banyak masalah sosial timbul karena tersumbatnya komunikasi. Seperti tawuran dan konflik antar kelompok sosial dalam masyarakat, masalah dasarnya adalah kesalahpahaman yang timbul dari terputusnya komunikasi. Tidak salah bila agama menjadikan silaturahmi sebagai ibadah. Bahkan, kata Nara, dengan komunikasi kita saling berbagi sesuatu yang sangat penting, yakni informasi. 


Sebagai perwira TNI yang selama 34 tahun mengabdikan diri di Lembaga Sandi Negara (Lamsaneg), Nara mengerti betul arti penting sebuah informasi. “Seperti tadi di screen, latar belakang saya memang mengabdi pada negara dengan judul “berani tidak dikenal” sebab saya selalu bermain di belakang layar. Di Lembaga Sandi Negara, tugas saya mengamankan rahasia negara dan mencari rahasia yang lain untuk kepentingan negara.  Jadi informasi sangat penting. Maka bila saya berteman dengan kawan-kawan, saya mendapat keuntungan karena saya akan mendapat informasi,” imbuh ayah dari empat anak ini dengan nada canda yang disambut tawa riang para hadirin. 


Pada acara Ghatering media yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta di XX Lounge Plaza Senayan, Rabu (3/8/2011) malam itu, Nara juga menceritakan bahwa  setelah ditarik ke Lamsaneg, dirinya selalu diperbantukan ke Departemen Luar Negeri. Karenanya ia sering berjelajah ke luar negeri. “Saya bersukur bisa mengalami dan melihat beberapa puluh negara bagaimana mereka menyusun dan menata segala sesuatunya. Karena setiap negara yang akan saya kunjungi, saya harus pelajari dulu profilnya, bagaimana ibu kotanya dikelola dan sebagainya. Alhamdulillah saya dapet beberapa masukan berharga, utamanya bagaimana menata kota Jakarta, ibu kota negara,” katanya.


Selanjutnya, kata Nara, dari pengalaman, informasi, pengetahuan, dan dorongan partai serta warga, dirinya tampil untuk melakukan penataan kota Jakarta.  “Sekarang sebagai pemimpin partai di Jakarta ini saya harus tampil dan bagaimana agar Jakarta ke depan lebih baik dan itu butuh penataan, maka saya harus tampil. Dan sekarang saya bertemu dengan saudara-saudara sekalian,”  jelasnya.


Nara yang juga ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengatakan, Jakarta membutuhkan pemimpin yang memiliki pemikiran komprehensif dan berpandangan jauh ke-depan. Dan yang terpenting, menurutnya, pemimpin Jakarta harus tahu seluk beluk Jakarta yang dipadu dengan sikap tegas dan berani.  ” Jakarta sebagai pusat pemerinthan, sebagai pusat ekonomi, dan yang pengting jakarta adalah pusat pengambil keputusan. Semuanya ada di jakarta. Dan segala keputusan diambil di jakarta. Karena itu, pemimpin Jakarta harus tahu seluk beluk Jakarta,” tukasnya. (ber)


http://www.nachrowi-ramli.com/menata-jakarta/107-tampil-untuk-menata-jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar