Rabu, 23 November 2011

Nachrowi Ramli Tandatangani Deklarasi Jakarta Damai II Jak TV

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli menandatangani Deklarasi Jakarta Damai II Jak TV, di kantor JakTv Jl. Jend Sudirman kav 52 - 53, Jakarta, Rabu (09/11/2011). Penandatangan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mewujudkan Jakarta yang kondusif, damai, dan aman.
Terwujudnya Jakarta damai, aman, dan nyaman adalah dambaan semua warga Jakarta yang selama ini menjadi konsen perjuangan Nachrowi Ramli. Karena itu, mantan kepala Lembaga Sandi Negara itu sangat mendukung gerakan Jakarta Damai yang dipelopori Jak Tv tersebut.
“Keamanan dan kenyamanan di Jakarta sekarang cukup memprihatinkan. Banyak warga yang mau beraktivitas malem-malem sudah takut, bahkan mau ke Masjid atau Gereja malem-malem takut. Suasananya mencekam karena memang kasus kriminal makin banyak saja. Sehingga tidak ada ketenangan,” kata Nachrowi saat diskusi bersama jajaran redaksi Jak Tv.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Ini menandakan, kata Nachrowi, kesejahteraan bathin masyarakat sangat rendah. Hal ini bisa dilihat dari tiadanya kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam beraktivitas.
Karena itu, kata Nachrowi, kesejahteraan harus dijadikan tujuan utama, baik kesejahteraan lahir maupun bathin. Kesejahteraan lahir bisa diukur dari tercukupinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat sedangkan kesejahtraan bathin terciptanya suasana aman, nyaman, dan tenang.
“Kita pingin kesejahtraan masyarakat Jakarta lebih baik. Dalam kesejahtraan ada lahir ada bathin. Kesejahtraan lahir gampang ngukurnya, sandang, pangan, dan papan. Dalam hal ini juga masih banyak masalah. Kenyamanan dan ketenangan kita berusaha, ketenangan kita beraktivitas itu menjadi ukuran kesejahteraan bathin,” jelasnya.
Atas dasar itulah, imbuhnya, Jakarta harus ditata ulang dalam segala aspek kehidupan. Baik dalam politik, ekonomi, maupun dalam sosial budaya. “Dalam politik harus melahirkan sistem yang lebih aspiratif, santun dan bersih, dalam ekonomi harus diupayakan pemerataan kesejahteraan, sedangkan dalam budaya harus dirawat keragaman dan etos kerja serta diantisipasi ekses negatif budaya global,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jak TV Yahya Basalamah mengatakan, untuk berbenah Jakarta harus dipimpin oleh sosok yang tegas, visioner dan bernyali. Sebagai barometer Indonesia, Jakarta memiliki masalah dan tantangannya sendiri. “Dan itu hanya bisa diatasi oleh pemimpin yang tegas, visioner, dan bernyali,” tutur Yahya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar