Minggu, 27 November 2011

Irfan: Parpol Mestinya Ciptakan Pemimpin Handal

Selain wadah aspirasi dan agregasi, partai politik (parpol) mestinya juga meciptkan pemimpin-pemimpin handal. Bahkan, kualitas parpol bisa diukur dari sejauhmana ia bisa menciptakan pemimpin-pemimpin alternatif untuk menata tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Demikian dikatakan Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Irfan Gani saat dialog “Seleksi Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta” di acara Jakarta Satu Jaktv, Jumat (25/11/2011).
Menurut Irfan, parpol punya tugas besar untuk meningkatkan kualitas demokrasi. “Perlu saya tegaskan, tugas besar parpol selain juga penyalur aspirasi adalah menciptkan pemimpin-pemimpin handal yang nanti ditawarkan kepada masyarakat. Parpol harus menangkap aspirasi dan tantangan masa depan. Dari situ, ia merumuskan visi, program, strategi, dan menyiapkan pemimpin handal yang bisa mewujudkannya,” kata Irfan.
Hal itulah, kata Irfan, yang membedakan Parpol dengan organisasi-organisasi lainnya. “Parpol jangan dijalankan seperti event organizer (EO) lah. Parpol punya visi panjang, ia menangkap kebutuhan zaman dan menyiapkan apa dan siapa untuk menata tatanan lebih baik,” imbuhnya.
Karena itu, kata Irfan, DPD Partai Demokrat DKI Jakarta sudah merumuskan berbagai hal untuk menata Jakarta dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai dan mengamanahkan kader terbaik partai yang juga tokoh masyarakat Betawi Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.
“Kita menjaring aspirasi, menganalisa masalah dan tantangan Jakarta, menangkap kebutuhan untuk masa depan, lalu kita rumuskan berbagai hal dan memutuskan bahwa untuk menata Jakarta dibutuhkan sosok yang visioner, empati, tegas, berani, dan penuh dedikasi. Dan kriteria-kriteria itu ada pada sosok Nachrowi Ramli. Makanya kita berikan amanah pada beliau agar maju menjadi calon Gubernur Jakarta,” tegas alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Sementara itu, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta Prya Ramadani mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih menimang dan menimbang beberapa Bakal Calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta untuk didukung. “Dan mungkin saja nanti bergabung dengan partai Demokrat. Kemungkinan itu ada,” kata Prya. (nrc)

Rabu, 23 November 2011

Effendi Yusuf : Nachrowi, Figur Komplit dan Berpengalaman

Jakarta - Jakarta dengan segenap masalah dan tantangannya menuntut lahirnya sosok pemimpin yang strong leadership, visioner, dan merakyat. Ketua Dewan Penasehat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Effendi Yusuf mengatakan, setiap zaman memiliki masalah dan tantangannya sendiri. Dan tantangan yang dihadapi Jakarta saat ini begitu besar. Sehingga pemimpin yang dibutuhkan juga haruslah tipe pemimpin yang bisa mengatasi semua tantangan yang ada.
Effendi dan tokoh-tokoh Betawi lainnya merasa prihatin dengan dinamika kehidupan di Jakarta yang kian mengenaskan. Tak kunjung ada perbaikan, baik dalam hal transportasi, perekonomian, banjir, pendidikan dan sebagainya. Hal ini, menurut sesepuh Betawi yang pernah jadi anggota DPR RI ini tidak bisa dilepaskan dari peran pemimpin Jakarta.
“Tentu saja ini sangat terkait dengan Gubernurnya. Kita bisa lihat dalam sejarah Jakarta, bagaimana peran pemimpin. Mana pemimpin yang berhasil mana yang gagal. Itu harus jadi pelajaran untuk menentukan pemimpin selanjutnya,” kata Effendi saat diskusi di kantor Harian Rakyat Merdeka, beberapa waktu lalu.
Beberapa bulan ke depan, Jakarta akan kembali memilih Gubernur. Effendi berharap, masyarakat betul-betul menganalisa semua calon Gubernur yang ada sehingga pilihannya jatuh pada tipe pemimpin yang diharapkan. Dalam analisanya, Effendi menilai sosok Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli adalah figur paling tepat diantara bakal calon lainnya.
Menurut Effendi, Nachrowi yang kini menjabat Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta itu memiliki kriteria-kriteria pemimpin yang dibutuhkan untuk jadi Gubernur DKI Jakarta.
“Saya sudah lama berteman dengan Nachrowi ini. Dan saya juga sudah mengalami banyak pergantian pemimpin di Jakarta. Bahkan, calon-calon Gubernur yang sudah bermunculan belakangan ini saya juga sudah menganalisanya satu-persatu. Saya yakin, diantara calon-calon itu, Nachrowi adalah paling ideal untuk memimpin Jakarta,” tuturnya.
Nachrowi, kata Effendi, punya pemikiran dan pengalaman yang luar biasa. Baik di militer, lembaga sandi, diplomat, maupun di organisasi kemasyarakatan, ekonomi, dan partai politik. “Ini juga yang tidak dimiliki bakal calon yang lain. Nachrowi adalah figur yang komplit. Kelebihan lainnya, dia dekat dan akrab dengan masyarakat. Memang komunikasinya bagus, baik dengan masyarakat, sahabat, dan dengan siapa saja,” tegasnya. (nrc)

Pencalonan Nachrowi Ramli Hasil Kajian DPD Demokrat Jakarta


Jakarta - Keputusan untuk mencalonkan Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli sebagai Gubernur DKI Jakarta merupakan hasil kajian jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jakarta tentang sosok ideal Pemimpin Jakarta. Kejian itu menyimpulkan bahwa Jakarta saat ini membutuhkan sosok pemimpin  yang tegas, berdedikasi, dan visioner. Dan prasyarat itu ada pada diri Nachrowi Ramli.

Demikian disampaikan Sekjen DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Irfan Gani dalam dialog di B-Jak (Bicara Tanpa Jarak) Jaktv, Senin (08/11/2011). Menurut Irfan, dedikasi Nachrowi sudah tidak bisa diragukan lagi. Sebagai pria asli Betawi, Nachrowi sudah sejak lama membangun kedekatan dengan masyarakat dan menanamkan visi pemberdayaan dan kesejahteraan bersama.

“Orang yang bergiat dalam pemberdayaan masyarakat Jakarta pasti mengenal Bang Nachrowi. Beliau sudah sejak lama melakukan kerja-kerja sosial untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Dan mereka yang peduli terhadap masa depan Jakarta pasti sudah mengenal sosok Nachrowi, bahwa Jakarta memang membutuhkan pemimpin seperti beliau,” kata Irfan.

Irfan menegaskan, atas kiprahnya selama ini lalu masyarakat banyak memberi dukungan pada Nachrowi agar maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Karena itu, selain berdedikasi, Nachrowi juga punya akar yang kuat dalam masyarakat. Maka, kata Irfan, tidak ada keraguan sama sekali bagi DPD Partai Demokrat Jakarta untuk mencalonkan ketua Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi yang juga ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) wilayah DKI Jakarta itu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Kita punya pertimbangan matang untuk mencalonkan Bang Nachrowi. Beliau juga sudah lama melakukan penataan dalam masyrakat. Dan karena kiprahnya di masyarakat itu juga kami membulatkan tekad mendukung beliau,” tegas Irfan.

Ditemui terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat yang juga anggota DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman mengatakan, Nachrowi Ramli adalah sosok paling tepat memimpin Jakarta. Hal ini, kata Taufiq, semata dikarenakan kemampuan dan jiwa strong leadership yang ada pada di Nachrowi Ramli. 

“Kita sudah bulat dan solid mendukung Bang Nachrowi jadi Gubernur DKI Jakarta. Dan dalam berbagai perbincangan kami dengan masyarakat, mereka bahkan sudah siap mengawal Bang Nachrowi  untuk jadi Gubernur mendatang,” kata Taufiq. (nrc)


Nachrowi Ramli Apresiasi Acara Jakarta Satu Jak TV


Jakarta - Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli mengapresiasi acara Jakarta Satu yang diselenggarakan oleh Jak tv bekerja sama dengan lembaga kajian Sabang Merauke Circle (SMC). Acara yang dimaksudkan sebagai wadah sosialisasi dan kontestasi gagasan serta program para Bakal Calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta itu dinilai Nachrowi sebagai program bagus untuk edukasi masyarakat. 

Menurut Nachrowi, melalui acara tersebut, masyarakat bisa menilai sejauhmana komitmen, visi, dan program yang ditawarkan para Balon Gubernur itu bisa membuatnya layak memimpin Jakarta. 

“Pertama saya menyampaikan apresiasi pada Jaktv dan SMC. Acara ini sangat bagus dan ini gagasan cerdas. Sebab masyarakat sudah cerdas dan masyarakat Jakarta tidak mau lagi memilih kucing dalam karung,” kata Nachrowi saat bicara di grand launching “Jakarta Satu” di studio Jaktv, Jumat (18/11/2011)

Karena itu, pria asli Betawi yang diamanahkan untuk jadi Calon Gubernur DKI Jakarta oleh Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta itu berharap, acara tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak untuk silaturahmi dan mendiskusikan persoalan-persoalan Jakarta. “Ini kan Jak tv, tv-nya Jakarta, punyanya Jakarta. Mestinya jadi kebanggaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur SMC Syahganda Nainggolang berharap, acara Jakarta Satu yang digagas lembaganya itu bisa menjadi referensi masyarakat dalam memilih pemimpin Jakarta mendatang. Sebab, pada acara tersebut nantinya akan diperdebatkan semua visi dan gagasan yang ditawarkan semua Balon Gubernur yang ada.

Menurut Syahganda, melalui acara tersebut masyarakat bisa melihat siapa yang dianggap mampu mengatasi semua persoalan Jakarta, baik masalah sosial, infrastruktur, maupun lingkungan. SMC, imbuhnya, terus mendorong agar demokrasi betul-betul melahirkan kesejahteraan. Dan itu bisa dicapai bila pemimpin yang terpilih dalam pilkada betul-betul pemimpin ideal.

“Demokrasi sebetulnya sia-sia kalau tidak melahirkan kesejahteraan. Nah muaranya itu kalau kita  memilih pemimpin yang bener,” kata Syahganda.

Hal senada disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dia berharap, Pilkada Jakarta betul-betul melahirkan pemimpin terbaik dari semua Balon Gubernur yang ada. Menurutnya, persoalan Jakarta sudah semakin kompleks dan rumit. Dan pemimpin yang dibutuhkan, kata Sutiyoso, tentu saja adalah pemimpin yang punya leadership yang kuat dan visioner. Selain itu, imbuhnya, pemimpin Jakarta juga harus luwes dan komunikatif.

“Pemimpin Jakarta itu sebaiknya visioner, punya visi dan leadership yang kuat. Selain itu juga harus luwes. Karena warga Jakarta ini sangat beragam dan masalahnya sangat kompleks,” katanya. (nrc)

Nachrowi Ramli Tandatangani Deklarasi Jakarta Damai II Jak TV

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli menandatangani Deklarasi Jakarta Damai II Jak TV, di kantor JakTv Jl. Jend Sudirman kav 52 - 53, Jakarta, Rabu (09/11/2011). Penandatangan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mewujudkan Jakarta yang kondusif, damai, dan aman.
Terwujudnya Jakarta damai, aman, dan nyaman adalah dambaan semua warga Jakarta yang selama ini menjadi konsen perjuangan Nachrowi Ramli. Karena itu, mantan kepala Lembaga Sandi Negara itu sangat mendukung gerakan Jakarta Damai yang dipelopori Jak Tv tersebut.
“Keamanan dan kenyamanan di Jakarta sekarang cukup memprihatinkan. Banyak warga yang mau beraktivitas malem-malem sudah takut, bahkan mau ke Masjid atau Gereja malem-malem takut. Suasananya mencekam karena memang kasus kriminal makin banyak saja. Sehingga tidak ada ketenangan,” kata Nachrowi saat diskusi bersama jajaran redaksi Jak Tv.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Ini menandakan, kata Nachrowi, kesejahteraan bathin masyarakat sangat rendah. Hal ini bisa dilihat dari tiadanya kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam beraktivitas.
Karena itu, kata Nachrowi, kesejahteraan harus dijadikan tujuan utama, baik kesejahteraan lahir maupun bathin. Kesejahteraan lahir bisa diukur dari tercukupinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat sedangkan kesejahtraan bathin terciptanya suasana aman, nyaman, dan tenang.
“Kita pingin kesejahtraan masyarakat Jakarta lebih baik. Dalam kesejahtraan ada lahir ada bathin. Kesejahtraan lahir gampang ngukurnya, sandang, pangan, dan papan. Dalam hal ini juga masih banyak masalah. Kenyamanan dan ketenangan kita berusaha, ketenangan kita beraktivitas itu menjadi ukuran kesejahteraan bathin,” jelasnya.
Atas dasar itulah, imbuhnya, Jakarta harus ditata ulang dalam segala aspek kehidupan. Baik dalam politik, ekonomi, maupun dalam sosial budaya. “Dalam politik harus melahirkan sistem yang lebih aspiratif, santun dan bersih, dalam ekonomi harus diupayakan pemerataan kesejahteraan, sedangkan dalam budaya harus dirawat keragaman dan etos kerja serta diantisipasi ekses negatif budaya global,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jak TV Yahya Basalamah mengatakan, untuk berbenah Jakarta harus dipimpin oleh sosok yang tegas, visioner dan bernyali. Sebagai barometer Indonesia, Jakarta memiliki masalah dan tantangannya sendiri. “Dan itu hanya bisa diatasi oleh pemimpin yang tegas, visioner, dan bernyali,” tutur Yahya.

Keharusan Menata Jakarta Secara Menyeluruh

Mayjen (purn) H Nachrowi Ramli, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, sudah diamanahkan untuk mencalonkan diri sebagai Guberunur Jakarta periode 2012-2017 oleh kader dan semua DPC Partai Demokrat se DKI Jakarta.  Bang Nara, begitu ia akrab disapa, dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Jakarta. Selain tegas dan berani, pria asli Betawi itu juga  dikenal visioner.

Visi Bang Nara tentang Jakarta tersimpul dalam tegline ‘Menata Jakarta’. Tegline tersebut lahir dari refleksi terhadap berbagai persoalan Jakarta yang membuat Bang Nara berkesimpulan: Jakarta harus ditata ulang. 

“Tegline saya ‘Menata Jakarta’. Ini hasil refleksi terhadap semua persoalan Jakarta, yang pada kesimpulannya menurut saya, Jakarta harus ditata ulang. Penataan dilakukan di dalam semua bidang, baik politik, ekonomi, maupun budaya,” jelas Bang Nara saat diskusi bersama jajaran redaksi Harian Rakyat Merdeka, Kamis (13/10/2011) di Graha Pena lt 9 Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Dalam politik, imbuhnya, penataan diarahkan pada penumbuhan sikap dan tatanan yang mendukung berjalannya sistem demokrasi. Sikap itu, kata Bang Nara, adalah penghargaan terhadap kebebasan dan saling menghargai. Sementara tugas pemerintah memastikan terciptanya tata kelola pemerintahan yang aspiratif sesuai prosedur demokrasi.

“Demokarasi menuntut adanya sikap saling menghargai dan tidak saling ganggu. Pemerintah harus memastikan bahwa prinsip-prinsip itu berjalan di masyarakat. Pemerintah harus memberi pemahaman tentang hal ini kepada warganya agar mentalitas demokrasi terbentuk,” katanya.

Menurut Bang Nara, Demokrasi bisa berjalan kondusif bila mentalitas demokrasi terbentuk. Hal ini mengisyaratkan adanya penanaman yang sungguh-sungguh prinsip-prinsip demokrasi, baik dalam masyarakat maupun dalam pemerintahan itu sendiri.

“Pemerintah jangan hanya diam. Sebab kehidupan demokrasi ini tanpa prinsip-prinsip tadi berakibat pada disharmoni sosial, kegaduhan tiap hari, tawuran, demonstarasi ricuh, dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, penataan dalam bidang ekonomi, menurut Bang Nara, harus diarahkan pada upaya mengatasi kesenjangan dengan meningkatkan kesejahteraan. Sebagai insan koperasi, Bang Nara merasakan betul betapa kesenjangan dalam ekonomi ini begitu mencolok.


“Karena itu, ini perlu ditata ulang. Pemerataan harus diperjuangkan, terutama dengan meningkatkan kesejahteraan di kalangan bawah,” imbuhnya.

Hal ini akan ditopang oleh penataan dalam bidang culture. Pemerintah melakukan penataan dalam bidang sarana, pra sarana, dan relasi pasar, sedangkan dalam culture mesti ditumbuhkan etos kerja yang tinggi.  Dan yang tak kalah pentingnya dalam ranah ini adalah merawat keragaman budaya dan mengantisipasi ekses negatif budaya global. 

“Yang tak kalah pentingnya adalah sisi negatif perkembangan budaya mulai mengancam generasi muda kita. Generasi muda yang suka tawuran, terlena dengan budaya mall dan hiburan malam. Konsumtif dan miskin visi hidup. Ini perlu ditata. Pemerintah harus ambil andil di dalamnya mengatasi ancaman ini,” tegas Bang Nara.

Paralel dengan keragamaan budaya, kata Bang Nara, penataan dalam bidang agama diarahkan pada upaya merawat kerukunan antar umat beragama dan perlindungan terhadap minoritas. Ini sangat vital dalam menjaga keharmonisan sosial. 

“Semua agama harus hidup berdampingan dengan harmonis. Ini harus dirawat. Dan minoritas perlu dilindungi. Jangan sampai gara-gara gagal dalam merawat keragaman ini kita kembali ke masyarakat barbar,” tuturnya.

Bang Nara menegaskan, selain agenda penataan dalam bidang-bidang tersebut, dirinya juga sudah sejak lama menyiapkan berbagai konsep dan strategi untuk mengatasi masalah-masalah yang seolah sudah menjadi masalah harian, seperti macet dan banjir. Dan semua agenda penataan itu terintegrasi satu sama lain. Tujuan utamanya, kata mantan ketua Lemga Sandi Negara ini, adalah kesejahteraan lahir dan bathin. 

“Kesejahteraan lahir bisa diukur dari materi, sementara kesejahteraan bathin bisa diukur dari tingkat ketenangan dan kebahagiaan. Untuk tujuan itulah kenapa Jakarta harus ditata ulang secara menyeluruh,” pungkasnya. (nrc)

Tampil untuk Menata Jakarta


Suasana nampak hening saat acara kembali dimulai. Hadirin yang terdiri dari para wartawan dan jajaran pengurus DPD Partai Demokrat DKI itu baru saja selesai melaksanakan shalat Maghrib setelah sebelumnya menyantap hidangan buka puasa. Berselang beberapa menit, perhatian pun tertuju pada satu sosok, mayjen (purn) H Nachrowi Ramli yang bersiap memulai sambutannya. 


“Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarokatuh.  Baiklah pertama-tama kita sampaikan syukur Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu dan bersilaturahmi,” Ketua Dewan Pimpinan (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta itu memulai sambutannya. 


Selanjtutnya, pria yang akrab dipanggil Bang Nara itu menyapa dan menyampaikan banyak terimakasih pada hadirin yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi, berkenalan satu sama lain, dan menjalin komunikasi mencapai kesepahaman guna melakukan penataan di semua lini kehidupan ke arah yang lebih baik lagi. 


“Saya dan seluruh jajaran DPD Partai Demokrat mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan teman-teman memenuhi undangan kami. Maksud diselenggarakannya acara ini tidak lain adalah meningkatkan silaturahmi. Bulan puasa ini penuh dengan ibadah, yang salah satunya adalah meningkatkan silaturahmi. Saya berbahagia bisa berkenalan dengan teman sekalian. Bagi saya ini penting, karena dengan komunikasi kita bisa mengerti apa yang kita maksudkan dan apa yang dituju oleh masing-masing kita,” tuturnya. 


Banyak masalah sosial timbul karena tersumbatnya komunikasi. Seperti tawuran dan konflik antar kelompok sosial dalam masyarakat, masalah dasarnya adalah kesalahpahaman yang timbul dari terputusnya komunikasi. Tidak salah bila agama menjadikan silaturahmi sebagai ibadah. Bahkan, kata Nara, dengan komunikasi kita saling berbagi sesuatu yang sangat penting, yakni informasi. 


Sebagai perwira TNI yang selama 34 tahun mengabdikan diri di Lembaga Sandi Negara (Lamsaneg), Nara mengerti betul arti penting sebuah informasi. “Seperti tadi di screen, latar belakang saya memang mengabdi pada negara dengan judul “berani tidak dikenal” sebab saya selalu bermain di belakang layar. Di Lembaga Sandi Negara, tugas saya mengamankan rahasia negara dan mencari rahasia yang lain untuk kepentingan negara.  Jadi informasi sangat penting. Maka bila saya berteman dengan kawan-kawan, saya mendapat keuntungan karena saya akan mendapat informasi,” imbuh ayah dari empat anak ini dengan nada canda yang disambut tawa riang para hadirin. 


Pada acara Ghatering media yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta di XX Lounge Plaza Senayan, Rabu (3/8/2011) malam itu, Nara juga menceritakan bahwa  setelah ditarik ke Lamsaneg, dirinya selalu diperbantukan ke Departemen Luar Negeri. Karenanya ia sering berjelajah ke luar negeri. “Saya bersukur bisa mengalami dan melihat beberapa puluh negara bagaimana mereka menyusun dan menata segala sesuatunya. Karena setiap negara yang akan saya kunjungi, saya harus pelajari dulu profilnya, bagaimana ibu kotanya dikelola dan sebagainya. Alhamdulillah saya dapet beberapa masukan berharga, utamanya bagaimana menata kota Jakarta, ibu kota negara,” katanya.


Selanjutnya, kata Nara, dari pengalaman, informasi, pengetahuan, dan dorongan partai serta warga, dirinya tampil untuk melakukan penataan kota Jakarta.  “Sekarang sebagai pemimpin partai di Jakarta ini saya harus tampil dan bagaimana agar Jakarta ke depan lebih baik dan itu butuh penataan, maka saya harus tampil. Dan sekarang saya bertemu dengan saudara-saudara sekalian,”  jelasnya.


Nara yang juga ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengatakan, Jakarta membutuhkan pemimpin yang memiliki pemikiran komprehensif dan berpandangan jauh ke-depan. Dan yang terpenting, menurutnya, pemimpin Jakarta harus tahu seluk beluk Jakarta yang dipadu dengan sikap tegas dan berani.  ” Jakarta sebagai pusat pemerinthan, sebagai pusat ekonomi, dan yang pengting jakarta adalah pusat pengambil keputusan. Semuanya ada di jakarta. Dan segala keputusan diambil di jakarta. Karena itu, pemimpin Jakarta harus tahu seluk beluk Jakarta,” tukasnya. (ber)


http://www.nachrowi-ramli.com/menata-jakarta/107-tampil-untuk-menata-jakarta